Me, a Bride-To-Be

Kok ya agak gimanaaa gitu nulis judulnya itu. Hihihi…

Tapi… Akhirnya yaahh… Renata beneran jadi kawin! Eh, Nikah! Setelah tahun lalu ada drama yang bikin nangis-nangis bombay tiap habis solat, tiap mau bobo… Dan sering ngelamun tiap nyupir menuju kantor… Akhirnya insyaallah jadi juga tahun ini.

Dan calon pengantin pria-nya tetap Firman Adisukma, laki-laki yang sudah bersamaku hampir 5 tahun ini.

Drama 2015.

Jadi ceritanya begini, waktu setelah lebaran tahun 2015 lalu, Firman membawa keluarga intinya ke Bandung untuk bertemu dengan orangtuaku. Tadinya acara itu hanya anatar keluarga inti-dengan keluarga inti. Tapi dasar si Mama heboh, jadilah keluarga besar yang ada di Bandung hadir di rumah. Aku tahu sih ekspektasi mereka adalah aku lamaran saat itu, padahal mah bukan… Itu hanya perkenalan keluarga.

Nah, di perkenalan keluarga itu, Firman menyampaikan maksud bahwa paling cepat akhir tahun 2015 lalu akan menikah. Tapi setelahnya, diundur menjadi bulan Maret. Hebohlah si Mama nyari gedung, secara cuma tinggal 6 bulan lagi. Tapi begitu gedung dapet di awal Maret, Firman seperti yang menghindar gitu. Alasannya nunggu tanggal bagus untuk tanya ke Keraton Solo dulu lah, ngobrol dengan Budenya di Solo lah, and the bla and the bla.

Daaan sebulan kemudian, Firman bilang “Aku belum siap nikah dalam waktu dekat ini”. JEEEEENNNNGGGGG!!! Rasanya itu kayak denger “Maaf, sebenarnya aku lebih suka laki-laki”. Yaahh.. Begitulah. Aku langsung mewek padahal saat itu lagi ditempat umum. Dan saat itu aku menganggap bahwa hubungan kami nggak bisa lagi diteruskan, ditambah lagi Firman belum bisa ngasih kepastian kapan siap untuk menikah. Sementara aku sudah dicecar keluargaku untuk cepat-cepat menikah.

Tapi ternyata nggak semudah itu benar-benar berpisah. Aku masih berkabar dengan Firman meskipun ritmenya sudah nggak seintens dulu. Dan aku pun mulai membuka hati untuk orang lain.

Dan saat aku benar-benar siap membuka hati, Firman datang (ada drama lagi, tapi gak akan aku ceritain karena kepanjangan) dan akhirnya memutuskan untuk menikah di bulan September 2016. Dan dia pun langsung menghubungi Mama dan seminggu kemudian datang ke Bandung menghadap orangtuaku.

Alhamdulillah Mama dan Ayah bisa menerimanya kembali. Dan saat ini kami sudah dapat tanggal yang cocok dan gedung (yang walaupun bukan gedung impianku, tapi alhamdulillah masih dapat gedung karena sudah pada penuh!).

Agak pusing juga ya menyiapkan pernikahan. Baiklah… Aku akan cerita persiapan pernikahanku di postingan selanjutnya. Ciao~

 

Advertisements

One thought on “Me, a Bride-To-Be

  1. Pingback: Wedding Checklist #1 : Venue, Catering, & Decor | Renata Aprianti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s