Review Buku : Lukisan Hujan (Edisi Baru)

    Judul Buku : Lukisan Hujan (Edisi Baru)
    Penulis : Sitta Karina
    Penerbit : Literati-books
    Jumlah Halaman : 546 Halaman
    ISBN : 9786028740425

Sinopsis :
Amor es mentira. Cinta itu bohong.

Berantakan sudah hidup Diaz Hanafiah, cowok dingin berdarah Indonesia-Meksiko. Setelah selama ini dirinya merasa tidak nyaman berada di antara para sepupu yang kaya, berada, dan bagian dari socialite Jakarta, ternyata pacarnya yang cantik, Anggia, juga mengkhianatinya.

Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih duduk di bangku SMA.

Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, Diaz terpesona dengan kepolosan—dan ketulusan—teman barunya, dan pada saat bersamaan menyadari: mungkin ia tidak setulus itu. Mungkin ia memiliki agenda lain.

Mungkin bersama Sisy, ia jadi mampu bersikap lebih hangat kepada wanita. Kekurangan yang selama ini melekat pada dirinya—dan selalu Anggia keluhkan.

Review :
Setelah sekian lama menanti seri Hanafiah, akhirnya keluar juga buku ini. Meskipun buku ini adalah hasil remake buku versi lamanya yang berjudul sama. Sitta Karina berhasil membangun tokoh Hanafiah ini dengan baik, sampai-sampai saya menerka-nerka ada tidak ya konglomerat seperti keluarga Hanafiah ini? Hihihihi

Pertama kali baca novel Lukisan Hujan ini adalah ketika saya duduk di kelas 3 SMP. Sejak itu saya selalu mengikuti semua seri Hanafiah. Saya suka Diaz Hanafiah, meskipun dingin, galak, jutek, tapi Diaz sweet banget sama pacarnya. Sama Sissy. Jadi membayangkan pacar sendiri yang juga irit ngomong, sedikit jutek, tapi nggak se-sweet Diaz. Dan di situ kadang saya merasa sedih.

Back to this book.

Jadi, sebelum saya menulis review ini, saya baca-baca review mengenai buku ini di goodreads. Dan saya cukup kaget juga ternyata banyak yang kecewa dengan buku ini. Kebanyak bilang ceritanya terlalu manis, romantis, tidak ada pesan moral yang disampaikan, and the bla bla bla. Tapi menurut saya, dalam buku ini banyak pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis, contohnya adalah mengenai Sissy yang harus bisa bilang ‘tidak’ dan jangan terlalu punya perasaan nggak enakkan sama orang. Mengingat ini adalah novel remaja, pesan itu penting sekali. Setiap remaja harus bisa bilang ‘tidak’ untuk hal-hal negatif yang datang atau ditawarkan pada mereka. Mereka harus punya pendirian teguh.
Dan mengenai ceritanya terlalu manis, romantis, dan penuh dengan kebetulan-kebetulan yang sedikit maksa, saya setuju. Ceritanya terlalu manis dan romantis sampai-sampai nampak tidak realistis. Karena sepanjang hidup saya belum pernah ngalamin kejadian yang sangat manis dan romantis seperti itu. Roman memang perlu mengingat ini novel roman remaja, tapi harusnya ada sedikit realistis aja…
Lalu plot setting juga agak kurang jelas kalau menurutku. Mungkin karena diedit dari versi sebelumnya jadi ada hal-hal yang kurang pas karena ditambahkan beberapa adegan. Seperti saat adegan Sissy dan teman-temannya membicarakan soal Diaz dan Teddy. Dalam plot disebutkan bahwa mereka memperhatikan Teddy yang saat itu sedang mengganggu seorang adik kelas yang lewat di koridor sekolah (kalau tidak salah), tapi ternyata mereka sedang di rumah Sissy dan saat itu sedang tidak ada Teddy.

Tapi secara keseluruhan saya sukaaaa dengan novel ini. Apalagi Diaz Hanafiah. Hihihihihi
Sitta Karina pintar memainkan kata-kata sederhana hingga jadi romantis. Penyambungan tiap plot juga enak dibaca.

4 bintang dari 5 untuk Novel ini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s