[menulis] suara dalam novel

Yang sedang belajar menulis, tulisan ini sangat membantu! ^^

Jia Effendie

Seorang penulis berencana untuk membuat novel dengan dua narator dari sudut pandang orang pertama dan bertanya: “Mbak, kalau POV beberapa orang pertama, tokoh A pakai kata “gue-lo” sedangkan tokoh B pakai “aku-kamu” bisakah?”

Jawaban saya? Tentu bisa!

Namun, menulis dengan dua pov orang pertama tidak sesederhana itu. Ada sesuatu yang dinamakan “suara” atau “voice”. Sederhananya, “suara” adalah sesuatu yang membedakan tokoh satu dengan tokoh lainnya. Sesuatu yang membedakan pengarang satu dengan pengarang lain. Kita akan segera mengenali tulisan seseorang ketika sang pengarang memiliki “suara” yang khas. “Suara” adalah sebuah kepribadian.

Kita bisa saja menulis tokoh A yang bernarasi dengan “lo-gue”, tetapi jika pembaca tidak bisa membedakan si tokoh A dengan tokoh B, apa gunanya? Ketika menggunakan POV 1 dengan beberapa narator, kita harus memasukkan kepribadian si narator ke dalam cerita (bagaimana cara dia berpikir, bagaimana dia memilih kata, gestur apa yang sering dia gunakan, dari kelas mana dia berasal, apakah…

View original post 231 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s