Resensi Novel : Dunia Mara

Image

Judul : Dunia Mara

Penulis : Sitta Karina

Tebal : 190 Halaman

Penerbit : Literati Books

No. ISBN 9786028740364

Harga : Rp 47.500

 

Sinopsis:

Mara Syadiran gemas dengan doktrin hidup ideal versi ibunya: ‘lulus, cari kerja, dan menikah’. Ia ingin menjalani hidup yang berwarna dan sarat petualangan. Sejak bertemu Reno Hanafiah, impiannya itu mewujud; hidupnya kini jadi bergejolak dan  penuh kejutan.

Mungkin petualangan merupakan suratan takdir Mara selama ini.

Mungkin itu bagian dari dunianya sejak dulu.

Dunia Mara adalah sebuah novella yang mengisahkan salah satu Keluarga Hanafia —keluarga besar rekaan Sitta Karina yang lika-liku kehidupannya telah dibukukan sejak 2004 dalam Lukisan Hujan.

 
Resensi :
Untuk penggemar novel-novelnya Sitta Karina pasti mengenal kisah mengenai keluarga Hanafiah. Aku pun jatuh hati pada kisah mengenai keluarga ini sejak pertama kali membaca novel Lukisan Hujan yang menceritakan mengenai Diaz Hanafiah. Sejak itu aku selalu mengikuti novel Sitta Karina mengenai keluarga kaya yang menarik untuk diikuti itu. Dan buku ini salah satunya. Buku ini sebenarnya adalah novella yang  dibuat dari cerita pendek bersambung yang pernah dimuat dimajalan Gogirl!. Jujur saja, kalau bukan karena novella ini aku nggak akan tahu mengenai cerita ini karena aku memang belum membacanya di majalah Gogirl!. Dan ternyata timeframe kisah ini adalah sebelum novel Titanium.
 
Novella ini mengambil sudut pandang Mara, gadis yang ternyata adalah ‘sepupu’ dari keluarga Hanafiah. Gadis tomboy ini jengah dengan doktrin dari ibunya yang monoton seperti : ‘Hidup itu yang lurus-lurus saja, lulus-kerja-menikah-punya anak, nggak usah neko-neko’.
 
Kisah dibuka dengan Mara yang tidak sengaja harus menghadapi perampok di rumahnya. Kalau bukan karena bekal beladiri yang diajarkan pamannya, Mara tidak akan bisa melawan perampok itu tanpa luka sedikitpun.Namun karena insiden itu juga ibunya semakin overprotektif terhadap Mara dan semakin membuat Mara jengah. Belum lagi rasa bingungnya menghadapi sang kekasih, Arka Gamala, yang menghilang secara tiba-tiba. 
Dan ada satu plot saat mara bertemu secara tak sengaja dengan Ríg Anders, seorang bule berkebangsaan Norwegia yang sedang berlibur ke Jakarta. Kisah pun berlanjut dengan Mara yang menyelamatkan nyawa Reno Hanafiah dari kepungan penjahat yang mengejarnya dan mengeroyoknya. Reno pun terpana dan tertarik pada Mara yang ‘lain’ dengan cewek-cewek disekelilingnya. 
Reno yang ingin semakin dekat dengan Mara memberikan peran sebagai ambassador untuk Hotel miliknya, dan hal-hal lain yang membuat Mara merasa sedikit risih dengan perhatian ‘sepupu’nya itu.
Mara sebagai ambassador tentunya menghadiri gala dinner di hotel milik Reno tersebut. Disana ia menemukan bahwa ternyata Arka dan Reno saling kenal dan fakta-fakta baru tentang Arka yang sebelumnya Mara tidak pernah tahu. Cerita berlanjut ke Thailand dimana kemudian Mara ‘tanpa sengaja’ menemukan Arka dan terlibat dengan sekelompok penjahat kelas kakap. Lalu Mara pun merencanakan misi untuk menyelamatkan Arka yang justru malah membuat dia hampir kehilangan nyawanya. Dan disana pulalah Mara menemukan jati dirinya sebenarnya dan hubungannya dengan Sword’s Tears – benda pusaka yang selalu muncul dikisah Hanafiah.
 
Kisah ini beralur cukup cepat. Mungkin karena berasal dari cerpen yang dibukukan, ya? Penggunaan bahasa campuran inggris – spanyol – italia yang biasanya banyak ‘hadir’ dinovel Sitta Karina juga minim dibuku ini. Dan beberapa setting yang disebutkan juga tidak terlalu rinci disebutkan.
Untuk cover, novel ini cukup minimalis dengan mengambil foto bunga dan sepotong siluet hitam putih, cukup menggambarkan karakter Mara. Namun untukku cover ini kurang menarik. Kalau bukan karena penulisnya, tidak menutup kemungkinan aku hanya akan melewati buku ini di rak.
 
Tapi so far novella ini mengobati rinduku akan kisah-kisah Hanafiah yang sudah cukup lama tidak hadir. Setelah buku ini sepertinya aku harus menunggu lagi untuk kisah Hanafiah lainnya. T_T
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s