Resensi Novel : Ti Amo, Tia Amoria

Judul : Ti Amo, Tia Amoria
Penulis: Karla M. Nashar
Tebal : 344 halaman
Ukuran : 13.5 x 20
Harga : Rp 48.000
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:
Tia Amoria, si mata cokelat ekspresif, dengan mudah membuat lelaki tergelincir dalam kecantikan alami yang dimilikinya. Sayangnya, Tia telah mematri rapat hatinya karena ia memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap demikian. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Marco Dantè yang eksentrik. Marco Dantè, si tampan yang eksentrik, selama dua tahun terakhir berhasil hidup steril tanpa kehadiran wanita. Seperti halnya Tia, Marco memilih untuk menutup pintu hatinya karena ia pun memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap seperti itu. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Tia Amoria yang memesona. Butuh energi luar biasa bagi Tia untuk mempertahankan apa yang selama ini dipercayainya setelah Marco memasuki kehidupannya. Tia pun harus mempertanyakan kembali semua keputusan yang telah dibuatnya beberapa tahun lalu. Terlebih ketika Marco berbisik di telinganya… “Ti amo, Tia Amoria — I love you, Tia Amoria.”

Novel ini aku baca setelah membaca karya lain Karla M Nashar yang berjudul Bellamore. Dari novel itulah aku suka dengan cara Karla bercerita.
Namun dalam novel ini, Karla lebih detail dalam mendeskripsikan suatu tempat yang ada di novel tersebut. Saking panjangnya ada kalanya aku skip karena bosan =D
Pada bab awal, cerita berjalan lambat, nyaris membuatku enggan meneruskan membacanya. Tapi karena -sekali lagi – ini adalah novelnya Karla M Nashar, aku membuka kembali novelnya dan melanjutkan membaca lagi sedikit demi sedikit. Baru ditengah-tengah cerita aku mulai menikmati plot detail novel ini.

Novel ini menceritakan dua manusia yang memiliki luka yang sama. Dimana Tia Amoria trauma dengan lelaki, dan Marco Dante memiliki luka dalam karena ditinggal oleh tunangannya. Dua tahun Marco larut dalam kesedihan, hingga ia hidup menjadi tidak teratur dan tidak memperhatikan dirinya lagi. Rmabut dibiarkan gondrong dan janggut dibiarkan tumbuh panjang didagunya.
Sedangkan Tia, dia trauma akan lelaki karena lelaki yang dikenal selama hidupnya telah menyakitinya, membuatnya sedih. Pertama, ia melihat lelaki yang dicintai ibunya meninggalkan ibunya begitu saja dan membesarkan Tia dan Sarah – kakak Tia – seorang diri. Kedua, Tia harus kehilangan Sarah karena lelaki yang begitu dicintai kakaknya itu dan meninggalkan Sarah begitu saja saat tahu Sarah mengandung.

Tia kini hidup bersama Alila, malaikat kecil yang menjadi pusat kehidupannya. Apapun Tia lakukan untuk Alila. Hingga ketika ia mendapat pekerjaan untuk menjadi manajer properti di Bali pun Tia langsung mengiyakan. Apalagi dengan fasilitas dan gaji yang cukup besar, hingga Tia bisa menyiapkan kehidupan yang layak untuk Alila.
Disanalah Tia mengenal Marco Dante. Lelaki aneh yang hebatnya bisa langsung akrab dengan Alila. Tia yang menganggap Marco kelainan, berusaha menjauhkan Alila dari lelaki Italiano itu.
Marco Dante digambarkan memiliki mata yang sangat memikat namun selalu ditutupi oleh kacamata hitam karena mata marco sensitif terhadap sinar matahari. Tia tidak menyadari kemenarikan Marco yang menurutnya aneh hingga saat Tia memandang mata Marco. Mata Marco membius Tia hingga ke hati.

Cerita mengalir antara usaha Marco untuk meluluhkan hati Tia.
Konflik terjadi disaat mantan tunangan Marco kembali dengan keadaan yang mengenaskan, yang nggak akan saya sebutkan karena nggak mau memberitahu keseruan isi ceritanya. hihihihi
Karla menguraikan cerita dengan lugas dan detail – seperti yang aku sebutkan tadi. Kata-kata yang digunakan pun indah dan terkadang membuatku merinding saking gombalnya, apalagi kata-kata Marco pada Tia hihihihi…
Karla juga berusaha membuat pembaca penasaran dengan rahasia yang disimpan Tia hingga akhir cerita. Tapi dari awal aku sudah bisa menebak rahasia itu sih… Hehehehe efek sok tahu tapi ternyata benar! ^^

Bukan hanya karena novel ini karya Karla M Nashar maka aku memutuskan untuk membacanya, tetapi covernya juga sangat menarik. Dengan topi yang diletakkan diatas batu dipinggir pantai. Aku suka pantai, makanya aku suka cover novel ini.
Diluar jalan ceritanya yang lambat, deskripsi yang detail, dan konflik yang sudah dapat aku tebak dari awal, aku suka buku ini!

3,5 bintang dari 4 ^o^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s