De Espera…

SINOPSIS NOVEL “De Espera” BY RENATA APRIANTI

“ Delta,” Inez memanggil lembut cowok itu. “ Temuilah dia dan selesaikan perasaanmu padanya. Setelah itu datang lagi kesini dengan perasaanmu yang hanya untuk aku.”
Delta menyeringai. Kini ia memandang wajah Inez. “ Ngomong apaan sih kamu? Aku tuh mau ke Pekanbaru jenguk mama. Palingan seminggu lagi aku balik lagi kesini.”
Inez tahu itu bohong, tapi Inez mencoba percaya.

“ Jangan membuat orang jatuh cinta padamu jika kamu hanya akan menyakitinya”

Itulah kesalahan yang dibuat oleh Delta. Dia telah membuat seseorang jatuh cinta padanya dan sanggup memberikan seluruh hati untuknya. Namun ternyata Delta tidak bisa menjaga cinta itu. Ia teringat lagi akan mantan tunangannya yang bernama Nia. Ia pergi mencari Nia dan berjanji akan kembali lagi untuk Inez.
Inez menunggu, menunggu, terus menunggu kedatangan Delta sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang didekatnya yang selalu berusaha mendekat.
Dan ketika Delta tidak kembali, sedihkah Inez? Ya.
Dan ketika Delta terus memberikan harapan kosong dan janji-janji manis masih setiakah Inez? Ya.
Dan ketika Delta muncul dihadapan Inez senangkah dia? Tidak. Karena Delta kembali dengan seorang gadis yang diperkenalkan sebagai pacarnya.
Terlukakah Inez? Jelas.
Bahkan rasa cinta yang sedemikian besar yang berubah menjadi sebuah luka yang menganga lebar dihatinya memberikan sedikit trauma. Trauma untuk menerima seseorang yang setulus hati menyayanginya dan bahkan tidak dapat membayangkan jika harus meninggalkannya.

Lagi-lagi dikalahin Ryan, dengan penuh penyesalan Inez memandang papan pengumuman hasil Try Out minggu lalu.
“ Haha… Lagi-lagi gue diperingkat satu. Pengen deh sekali-kali ngerasain ada diperingkat dua,” Inez terkesiap dengan kehadiran Ryan yang tiba-tiba disampingnya. Ia celingukkan heran, darimana dan sejak kapan Ryan berada disampingnya. Padahal tadi dia hanya sendiri, murid-murid yang lain belum keluar dari kelas karena bel istirahat memang belum berdering.
Inez melirik sebal pada Ryan yang baru saja menyindirnya. “ Kenapa lo nggak diperingkat dua aja kalo gitu?”
Ryan menarik bibirnya sebelah, menyunggingkan senyum sengaknya. “ Makanya, kali-kali lo kalahin gue dong!” Ryan tersenyum sengak.
Ryan selalu menyibukkan hari-harinya dengan berbagai macam kompetisi. Mulai dari kompetisi pelajaran, olahraga, sampai kompetisi nggak penting seperti dulu-duluan masuk kelas, adu panco dan lain sebagainya hanya untuk mendapatkan pengakuan unggul dari orang lain.
Inez terbiasa dengan kebersamaannya dengan Ryan. Persis ketika dulu dia terbiasa dengan kebersamaannya dengan Delta. Ada ketakutan ketika Ryan menyukainya. Ada ketakutan ketika Ryan menyuruhnya menunggu ketika ia akan melanjutkan kuliah di Seoul.
Inez takut penantiannya sia-sia. Inez takut setelah menunggu ternyata Ryan balik lagi dengan mantannya, Park Hye Hoon. Inez takut akan terluka lagi saat luka dihatinya belum benar-benar sembuh. Karena Inez punya keyakinan bahwa setiap orang dapat berubah, termasuk hatinya.
Tapi semakin sering Inez bersama Ryan, semakin ia tahu tentang Ryan. Tahu darimana asal wajah orientalnya yang ternyata Ryan berdarah Sunda – Korea. Tahu ternyata ibunya Ryan tinggal di Seoul bersama neneknya. Tahu tentang masa lalu Ryan bersama seorang gadis cantik yang tidak dapat melihat.
Semakin Inez tahu tentang Ryan, semakin Inez merasa dekat dengan Ryan. Cinta pun tumbuh dihatinya. Dan dengan segala ketakutannya, Inez memutuskan untuk menunggu Ryan pulang, kembali untuknya.
Kali ini penantiannya tidak sia-sia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s