Hidup Harus Selalu Optimis!

Sudah sejak lama sikap Optimis sangat dibutuhkan bagi setiap insan manusia dalam menjalani hidup ini, sehubungan dengan tidak jarangnya pemberitaan di media televisi akan kasus bunuh diri mungkin ada keterkaitannya dengan kurangnya sikap optimis dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

Apakah anda seorang yang optimis dalam menghadapi hidup?Kitalah orang yang paling tau apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan dan kepesimisan kita tidak bisa diukur dengan ucapan, karena dari segi prakteknya justru bertentangan dengan kaidah optimisme itu sendiri, maka kita bukanlah orang yang optimis.

Dua pengertian dari Optimisme. Pertama, optimisme adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik. Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari sebelumnya. Dapat disumpulkan lagi bahwa optimis berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih baik dan keyakinan itu bisa jadikan sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih baik.

Beberapa alasan mengapa harus Optimis. Pertama, Optimis adalah sebuah energi positif diri. Kedua, Optimis adalah sebuah perlawanan. Ketiga, Optimis adalah sistem pendukung dalam pencapaian tujuan yang lebih baik lagi.

Optimis adalah bagian dari keinginan untuk mewujudkan Harapan, Sebuah temuan mengungkap bahwa orang yang memiliki harapan optimis, uimumnya memiliki kualitas di dalam diri yang antara lain:

1. Fokus, selektif, dan memiliki sasaran yang jelas.

2. Bisa menerima kanyataan hidup dengan kesadaran, tanpa banyak mengeluh.

3. Memiliki keyakinan untuk bangkit.

4. Punya perasaan diberkati rahmat Tuhan.

5. Punya kemampuan untuk menikmati kehidupan.

6. Punya kemampuan menggunakan akal sehat dalam menghadapi tantang hidup.

7. Punya kemampuan untuk memperbaiki diri secara terus menerus.

8. Punya penghayatan yang baik terhadap kehidupan yang dijalani sehingga bisa membedakan yang salah dan yang benar, yang tepat dan yang menyimpang.

9. Percaya pada kemampuannya.

10. Memiliki perasaan yang baik terhadap dirinya.

Namun ada beberapa yang perlu dihindari dalam Berharap. Pertama, harapan mulut dimana kita berharap adanya hari esok yang lebih bagus, namun itu hanya kita gunakan dalam ucapan atau tulisan, tanpa diiringi dengan tujuan, perencanaan, strategi, teknik, dan pelaksanaan (Aksi). Kedua, terlalu berharap (over-expectation) itu berbeda dengan memiliki harapan yang kuat (Optimis). Harapan yang kuat berujung pada usaha yang kuat. Sementara, terlalu berharap biasanya hanya berhenti pada mengharap, untuk mengharap dan selalu mengharap. [“Jika kau mengharapkan sesuatu, jangan terlalu mengharapkannya”]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s