Tren Asi Eksklusif

Kepikiran nulis ini udah lama sih. Cuma baru mood ajah hihihi..

Jadi, awalnya kpikiran nulis tentang ini karena ada seorang saudara yg nampak nyinyir dengan tren ibu-ibu menyusui masa kini yang seakan berlomba-lomba pumping dan banyak-banyakan asi untuk dipost di sosmed. Saya jadi kepikiran, apa iya semata-mata untuk ikutan tren? Saya jd berkaca sendiri juga. Apa tujuan saya ngotot memberikan asi utk #babyAra ? Dan ternyata jawaban saya adalah :

1. Hemat!

Beli BP dan printilannya tetap lebih murah ketimbang beli sufor tiap bulan.

2. Lebih praktis

Pumping tiap 3 jam emang repot. Tp lebih repot mana dengan klo jalan-jalan kudu bawa sufor container+termosnya? Belum lagi kalau anak malam bangun minta susu. Kalau asi kan mlm sambil merem juga bisa kasih nonon.

3. Asi lebih baik dr sufor termahal pun!

Ini tidak terbantahkan ya.. Kecuali ada anak yang mungkin alergi dengan asi ibunya. Bukan asinya sih, tapi apa yang dimakan ibunya. Jadi ibunya yang harus hati-hati dalam makan.

Lalu saya bertanya ke Pak suami @firmanadisukma soal tren ini, “menurutmu, orang-orang sadar ngasih asi itu karena sosmed atau gimana?”

Jawaban suamiku: “karena sosmed orang-orang jadi sadar”

Hmmm.. Bener juga sih ya. Dulu orangtua pasti berpikiran asi dikit, sufor. Tapi emak-emak jaman now; asi dikit, usahakan jadi banyak!

Sadar asi saat ini mendukung kampanye keputusan Menteri Kesehatan tentang Asi Eksklusif.

Dan ternyata walaupun sosmed banyak negatifnya, tapi positifnya lebih buanyak! Jadi, yg belum sadar asi, mendingan sosmednya digunain cari info sebanyak-banyaknya deh tentang asi.

Karena kodrat wanita itu menyusui. Kalau asi belum keluar sekarang, usahakan sampai keluar! Karena usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

Percayalah.

Percayalah.

Terus gimana cara memperbanyak asi? Ya BACA! Banyak kok ibu-ibu #pejuangasi yang share tentang ini. Daripada sosmednya dipake kepoin hidup orang. Bener ga?

Advertisements

Anak Bau Tangan dan Manfaat Menggendong

“Jangan sering digendong, nanti anak bau tangan”

Sering denger kata-kata itu dari orangtua jaman old? Pastinya banget yah. Apalagi pas baby newborn nangis muluk maunya bobo digendong sambil dieyong-eyong. Sampai-sampai ada yg bikin ayunan untuk baby malah ada bouncer ayun2 macem nu*a leaf. Tapi apa manjur bayi bisa anteng diayunan atau bouncer tsb? Tergantung babynya sih. Ada yang anteng ada juga yang tetap kepengen digendong, didekap, dipeluk sama Ibu/Bpknya. Kayak anak saya, #BabyAra dari newborn termasuk baby yg demanding. Maunya nemplok sama saya 1x24jam! Sampai saya mau makan dan mandi aja kudu ngebut kayak lagi lomba 17-an. Bayangin aja… Bekas jahitan (sy lahiran normal) belum enak harus banyak duduk buat nenenin all the time, ngantuk krn kurang tdr, sampai2 saya baby blues walau ngga parah.

Akhirnya demi bisa nyusuin nyaman dan juga istirahat cukup, saya mulai nyusuin sambil tiduran sampai sekarang.

Dulu saya berharap Ara akan anteng bobo di stroller saat jalan-jalan ke mall. Masih inget banget dulu kpengen banget makan enak sehabis lahiran, mampir ke Holly Smokes sama paksu @firmanadisukma. Bawa2 stroller dengan harapan pas Ara bobo ditaro disitu Bapak Ibunya bisa makan dengan tenang. Tapi boro-boro! Baru bentaran ditaro stroller aja bangun& nangis! 😂😂😂 Jadi hilang deh selera makan.

Tapiii setelah beberapa kali jalan-jalan keluar tanpa stroller (krn kl bawa cm jadi tmpat naro belanjaan) & setelah hunting gendongan dgn teknologi ABC, saya& paksu lebih suka menggendong Ara kemanapun. Walopun lelah & pegel. Untungnya dulu Ara masih belum seberat sekarang, jd nonon sambil digendongpun ga masalah 💪( • Y • ). saya jd berpikir, it is so fun carrying your baby everywhere & Malah asik bs cium-cium terus 😘 akhirnya sampe sekarang deh tu stroller nganggur! Ada yang mau beli preloved Ara?😂😂😂 ini serius. Kalo ada yg mau japri aja.

Mengapa bayi sangat suka digendong? Hal itu disebabkan oleh masa bayi yang berada dalam kandungan ibu selama 9 bulan. Selama dalam kandungan bayi sangat merasa hangat berada dalam perut ibunya. Bayi merasa begitu nyaman, aman, dan hangat. Begitu halnya saat bayi berada dalam pelukan ibu atau ketika si bayi digendong. Hawa hangat dari tubuh ibunya yang membuat bayi merasa senang dan nyaman. Jadi tidak heran jika bayi sangat menyukai saat-saat digendong.

Menggendong anak juga ada manfaatnya lho. Seperti yang saya ambil beberapa dari hamil.co.id :

1. Menjalin kedekatan yang kuat antara anda dengan bayi.

2. Menenangkan bayi.

3. Mengajarkan bayi bergembira. Saat bayi menggendong bayi anda akan melangkah dengan berirama, mengajak bayi mengobrol, dan tersenyum. Itu adalah cara mengajarkan kegembiraan pada bayi.

4. Menstimulasi sistem keseimbangan. Ketika anda melakukan gerakan-gerakan lembut pada saat menggendong bayi seperti mengusap-ngusap punggung atau dadanya, hingga membantunya bernafas teratur. Hal ini merupakan pertanda bahwa sistem keseimbangan tubuh bayi telah tumbuh dengan baik.

5. Mengajarkan bayi tentang dunia. Ketika digendong bayi akan ikut melihat apa yang anda lihat. Dalam gendongan, bayi dengan leluasa mengamati kejadian yang ada di sekitarnya dengan perasaan yang aman dan nyaman.

6. Membantu bayi cepat belajar bicara. Saat bayi di gendong, ia akan memiliki keterampilan bicara yang baik. Karena bayi memperhatikan dan menyimak pembicaraan anda pada saat bayi di gendong.

7. Dapat mengatur detak jantung bayi.

8. Bayi yang di gendong lebih sering, memiliki kemungkinan akan jarang menangis baik pada waktu siang ataupun malam hari.

9. Dapat menjadikan bayi lebih cerdas.

10. Dapat mengatur perkembangan fisiologi dan motorik bayi.

11. Cepat mengembangkan sikap mandiri bayi.

12. Menciptakan suasana mengasuh bayi yang penuh dengan kasih sayang.

Jadi, ga masalah menggendong baby kmanapun dan kapanpun. Pegel? Pasti. Repot? Gak salah lagi. Tapi toh ga selamanya anak mau digendong, kan? Kalau udah bs jalan psti kpengennya jln mulu. Kl udah gede mana mau jg digendong kan yaa.. Jd gunakalah wkt sebaik mngkin utk bs dkt dgn si baby.

Welcome, My Precious Little One

And agaaiiiinnnn.. Ini super late post. Secara aku udah lahiran bulan Juli 2017 lalu dan kini anakku udah mau 6 bulan.

Hehehehe.

Tapi gapapa kan yaaa.. sharing pengalaman mah kapan aja ya.. *memelas*

Jadi, aku lahiran tanggal 18 Juli 2017 dengan Normal dan induksi oleh dokter kesayangan aku di RSIA KMC, dr Hari P Rahardjo SpOg. Aku diinduksi karena entah kenapa tren air ketuban berkurang terus walaupun gak drastis. Tapi udah mencapai garis yang harus diperhatikan. Padahal ngga ada rembes apa-apa loh udah dicek juga. Wallahualam.

Aku dan Firman ngga sabar pengen ketemu si buah hati jadi hri Jumat cek untuk air ketubannya, tapi dokter bilang masih aman sampai Senin. Kita berdua disuruh weekend-an berdua dulu terakhir kali sebagai couple karena nanti kalo udah triple akan repot hhaha thanks dok!

Jadilah Senin balik lagi ke dokter lalu dicek denyut jantung janinnya udah cepet banget . Takutnya stres, lalu diputuskan aku induksi hari ini, Senin tanggal 17 Juli 2017.

Setelah Firman selesai administrasi, aku pun masuk ke kamar inap lalu disuruh ke kamar bersalin untuk mulai induksi. Induksi yang disarankan dokter adalah induksi melalui jalur lahir. Karena katanya sakitnya seperti kontraksi normal, nggak jahanam kayak kalo induksi via infus.

Setelah dimasukkan obat dan menunggu beberapa jam, aku minta balik ke kamar inap karena ingin istirahat dulu dengan nyaman. Lalu jam 6 sore aku disuruh balik lagi ke ruang bersalin karena induksi pertama aku belum ngerasa apa-apa cuma mules-mules kayak lagi mens.

Setelah dimasukkan obat kedua, aku minta balik lagi ke kamar. Daaannn efek obatnya baru terasa menjelang tengah malam. Ternyata sakitnya kontraksi tuh seperti ini ya… jauh beda dengan mules mens.

Alhamdulillah setelah kontraksi semalaman, ketuban pecah di waktu subuh dan anak laki-lakiku lahir jam 6.21 pagi. Dan diberi nama Rafandra Kara Ananta. Yang berarti Anak laki-laki Firman Renata yang tampan, makmur, kaya dan bercahaya tidak terbatas.

Semoga kamu kelak menjadi manusia yang tampan, makmur, kaya agar bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan menjadi cahaya kami di akhirat. Aamiin.

Oiya, kami memanggilnya Ara, diambil dari Kara. Yang artinya Legend. Kami berharap Ara akan menjadi legend dan jenius dibidang yang paling dia senangi. Aamiin.

Welcome my precious little one. We love you so much.

My Pregnancy Story

Halo halo…

Sudah lama nggak update blog, tahu-tahu sekarang udah mau nulis tentang kehamilan ajah… Padahal terakhir masih cerita soal review vendor wedding.

And yess… Dari judul di atas bisa ketebak dong, kalo sekarang aku sedang hamil! Alhamdulillah diberi kepercayaan oleh Allah secepat ini.

Kenapa aku bilang cepat, padahal aku menikah sudah sekitar 8 bulan lalu? Karena oh karena, usia kehamilanku ini sudah 7 bulan jalan 8 bulan! Hihihihi… Jadi, setelah kosong selama sebulan, alhamdulillah testpack langsung menunjukkan garis dua!

Sebenarnya bukan karena malas untuk update blog, sih… Aku memang sengaja nggak mau nulis soal kehamilan ini diawal-awal. Soalnya, aku ingin sekalian cerita pengalaman hamil muda, sampai sekarang memasuki trimester akhir dan mempersiapkan kelahiran si kakak utun. So, here’s the story….

Testpack Dua Garis

Ceritanya ini, aku sama Firman memang nggak mau nunda punya anak. Jadi dari awal kami resmi jadi suami-istri, kami langsung berusaha untuk mendapatkan momongan. Aku mulai membaca-baca tentang ‘cara mendapatkan momongan’ dari internet, mulai dari makanan apa yang harus dimakan, vitamin apa yang harus diminum, sampai ‘posisi’ bagaimana yang harus dilakukan. Hihihihi…

Alhamdulillah, selang sebulan pernikahan kami, dimana aku mendapatkan haid sebelum iseng cek testpack untuk entah keberapa kalinya, si testpack menunjukkan dua garis! Langsung dong, saat itu juga aku kabarin Firman yang kebetulan lagi dinas luar kota. Dan jawaban whatsapp-nya biasa aja, tuh. Bikin bete… Sempat mikir apa dia nggak senang, ya, mau punya anak?

Tapi kemudian pas dia pulang, ternyata dia sudah memikirkannya dengan matang untuk masa depan kami berdua. Rumah sakit mana aku kontrol sampai nanti melahirkan, dan budget ini-itu. Alhamdulillah untuk cek kandungan sampai melahirkan di cover sama perusahaan Firman, tapi karena untuk cek kandungan nggak unlimited, jadi kami harus pintar-pintar mengakalinya.

Untuk meyakinkan kalau aku benar hamil dan kehamilanku ini normal, aku dan Firman cek sampai ke-3 RS untuk membandingkan harga, layanan, dan nyari chemistry dengan dokter SPOG-nya. Yang pertama, kami cek sepulang kerja ke RSIA Bunda di Menteng. Itu aku minta buru-buru cek karena ada teman kantor yang bilang kalo kehamilan awal harus cepet-cepet dicek, karena takutnya kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan. Kan serem ya, cyin… Jadi aku mendesak Firman untuk ke RS secepatnya!

Perbandingan Rumah Sakit Ibu dan Anak

RSIA Bunda, Menteng – dr. Caroline Hutomo, SpOG

Tapi alhamdulillah kehamilanku ini berada di dalam kandungan. Dokter mengeceknya melalui USG transvaginal, yang mana rasanya tuh nggak enak banget! Ngilu-ngilu gimanaaa gitu…

Untuk dr Caroline ini termasuk dokter yang talkactive dan orangnya rame. Dia heboh sendiri gitu waktu sambil ngecek, “Waahh… Selamat yaaa, istrinya beneran hamil lho, Pak… Bapak emang tokcer!” Hahaha… Pelayanan RSIA Bunda pun tergolong bagus dengan harga yang lumayan.

Tapi ternyata suami nggak sreg sama rumah sakit ini, jadilah kita nyoba cek di rumah sakit lain.

RS Siloam, Kebon Jeruk – dr, Kathleen Juanita Gunawan S., SpOG

Pas cek di Siloam ini, aku pergi sendiri tanpa Firman karena aku ceknya siang-siang di hari kerja. Aku ijin nggak masuk kerja karena sudah mulai nggak enak badan dan mual-mual. Nah, di Siloam sendiri sebenernya dokter SpOG favoritnya adalah dr Maria Ratna Andijadi, SpOG. Tadinya aku mau booking jadwal sama dr Maria, cuma ya itu antriannya panjang! Berhubung aku males antri, jadilah aku cek ke dr Kathleen. Dr Kathleen ini menurutku lebih pendiam daripada dr Caroline di RSIA Bunda. Dan happy-nya, dr Kathleen ngecek kehamilannya dari USG perut, nggak lewat dalem lagi! Yeay! Dan alhamdulillah hasilnya sama bagusnya dengan waktu cek di RSIA Bunda.

Untuk pelayanan, RS Siloam Kebon Jeruk ini biasa aja, sih. Mungkin karena RS umum, ya… Udah gitu ramenya pake banget! Mungkin karena biaya konsul sampai obatnya disini tergolong murah. Nah kalo disini, aku yang kurang sreg. Padahal tempatnya deket dari rumah.

RSIA Kemang Medical Care, Kemang – dr Dwi Nurriana, SpOG

Nah, terakhir ini Firman yang maunya kesini. Katanya di KMC ini pro-normal, pro-IMD, dan rooming in dengan bayinya saat setelah melahirkan. Ini dia dapet rekomendasi dari temen kantornya yang juga cek dan melahirkan disana. Padahal mah jauh boook dari rumah. Nggak kebayang kalo nanti tiba-tiba kontraksi dan harus melahirkan. Perjalanan jauh, belum macetnya. Tapi yasudahlah dicoba aja dulu kesana.

Ternyata di KMC ini pelayanannya bagus banget! Rumah sakitnya juga homey gitu, nggak kayak Bunda yang menurutku agak ‘dingin’. Dan disini alhamdulillah lebih ke RS muslim gitu, perawatnya banyak yang mengenakan hijab, dokternya juga banyak yang berhijab, dan disediakan tempat shalat yang cukup oke.

Sebelum ke KMC ini, aku udah baca banyak blog yang review RSIA ini dan banyak yang rekomendasiin dr Ridwan, secara dr Ridwan ini dokter favoritnya KMC. Tapi ternyata Firman nggak mau kalo dokternya cowok, dia lebih milih dokter cewek aja. Tapi iya juga sih, kan malu ya kalo ternyata diceknya lewat transvaginal juga. jadilah aku bikin janji dengan dr Dwi, karena yang lumayan kosong di tanggal itu ya dr Dwi ini.

Dr Dwi ini nggak se-talkactive dr Caroline yang udah ngejelasin ini-itu sebelum ditanya. Dr Dwi nunggu kita nanya dulu baru dia jawab. Itu pun menurut aku kurang detail. Aku ngerasa belum dapet chemistry-nya sama dr Dwi ini. Tapi untuk cek bulan-bulan selanjutnya aku masih sama dr Dwi, karena beranggapan chemistry dapat dibentuk dengan seringnya bertemu. Ceila… Tapi ternyata sampai usia kandunga 5 bulanan lebih, aku belum dapet chemistry-nya. Dr Dwi ini juga nggak ingat sama aku sebagai pasiennya, padahal aku udah sering whatsapp-in dia nanya ini-itu soal kehamilan, terutama soal carpal tunnel syndrome yang aku alami dari trimester pertama.

Nah, kebetulan pas mau cek kandungan bulan April lalu dr Dwi-nya nggak praktek, aku sama Firman sepakat nyoba dokter lain dan cowok! Pengen sama dr Ridwan tapi full booked! Padahal aku butuh segera ke dokter untuk minta surat keterangan bahwa kandunganku baik-baik aja, soalnya besoknya aku sama Firman mau babymoon! Hihihihi…

Back to the doctor, dr yang terpilih akhirnya dr Hari P. Rahardjo, SpOG. Dari review ibu-ibu di blog, dr Hari ini orangnya menyenangkan, ramah, udah gitu masih muda dan ganteng. Dan benar saja! Hahaha… Dr Hari ini ngejelasinnya panjang lebar soal kehamilan, mitos-mitos yang beredar di masyarakat, dan bahkan tentang carpal tunnel syndrome yang aku alami. Dan yang paling aku suka adalah, dr Hari ini USG-nya lama! X-D Jadi puas, deh, ngelihatin kakak utun di dalem perut.

Tapi untuk next cek kandungan, berhubung kita mau USG 4D, dan hanya beberapa dokter ajah yang punya fasilitas ini di KMC, jadilah bikin janji sama dr Lilia Mufia, SpOG. Tadinya mau sama dr Ridwan, tapi ya gitu, Firman teteup nggak mau kalo dokternya cowok. Hahahaha…

Soal gender kakak utun, insyallah cowok! Sesuai dengan yang diharapkan Firman dan aku. Semoga menjadi anak yang sholeh ya, kakak utun…

Untuk hasil USG 4D-nya aku akan update di posting-an selanjutnya ya…

Baby Shopping

Berhubung usia kandunganku sudah menginjak 7 bulan, aku dan Firman udah mulai memikirkan perlengkapan untuk kakak utun. Aku nyiapin list kebutuhannya, Firman nyiapin dananya X-D.

Tapi kami belum mulai belanjanya, sih. Aku baru gatel beli beberapa baju dari onlineshop, dan beberapa baju romper lucu GAP waktu diskonan di Grand Indonesia. Hihihihi…

Listnya sendiri aku dapet dari berbagai sumber di internet yang akhirnya aku ketik ulang biar makin lengkap. Nanti aku share ya listnya…

Sampai jumpa di posting-an selanjutnya!

Review vendor wedding

As my promise di postingan sebelumnya, aku mau review vendor-vendor yang telah membantu dalam pernikahanku.

Tapi sebelumnya, aku mohon maaf apabila ada vendor yang bintangnya nggak aku kasih rate 5, ya… Mungkin bagi klien lain, vendor ini sangat memuaskan, tapi unfortunately not for me. So, jangan jadikan blog post ini sebagai patokan, ya. Karena ini murni dari pengalamanku.

1. Make up & Attire : Witsa House Wedding (****)

Mulai dari kostum dan make up pengantin sampai orangtua dan keluarga, aku ambil paket di Witsa House Wedding ini. Yang punya namanya Ratna Yuniarti, tapi biasa dipanggil Tante Yuyun. Tante Yuyun ini orangnya cantiiik banget, udah gitu ramah, dan yang pasti ngerti banget baju seperti apa yang aku mau pakai saat pernikahan.

Tante Yuyun ini aku dapat rekomendasi dari kakak sepupuku yang waktu nikah juga ambil paket kostum dan rias pengantin di Witsa. Dan sampai hari H aku sama sekali nggak make up trial, lho… Aku percaya aja sama Tante Yuyun. Dan terbukti waktu siraman dan akad, make up-ku oke banget!

Tapi kenapa aku kasih bintangnya 4, bukannya 5?

Karena… Hiks, make up ku saat resepsi too bold alias menor! Walaupun banyak yang bilang bagus dan cantik (Entah benar, entah basa basi), teman-teman dekatku banyak juga yang nggak suka. T_T

img_3409

Make up for AKAD

Nothing is wrong about make up for akad, right? But… *sigh* Terlalu menor ya ternyata. Jadi saat make up-an itu nggak segini merahnya blush onku, tapi lama kelamaan make upnya pigmented sehingga warnanya keluar lebih menonjol gitu…

img_3763Tapi so far so good, kok. Aku masih kelihatan cantik dan stunning di atas pelaminan dan juga difoto. Thank you Tante Yuyun :*

2. Venue & Catering : Grand Pasundan Convention Hotel (*****)

Bintang 5 untuk hotel ini! Yeaaaayyy!

Dari awal cek-cek lokasi, deal, dan sampai pada hari H dan bahkan setelahnya, hotel ini benar-benar memuaskan.

Sales personnya yang dipanggil Pak Apih, benar-benar komunikatif dan helpful banget. Selalu mengusahakan yang aku mau terwujud. Pak Apih the best! Dan lagi lokasi yang cukup besar dan makanan yang enak benar-benar nggak mengecewakan. Para tamu puas dengan rasa makanannya, itu yang penting, kan? ^^

Dan lagi, saat masuk kamar pengantin, kami dapat compliments mocktail, buah, dan handuk dengan inisial nama kami, R&F. Saat check out keesokan harinya, Grand Pasundan juga memberi oleh-oleh cake yang enak banget! ^^

img_3398

3. Decoration : X-ti Design (*****)

X-ti design ini rekanannya Hotel Grand Pasundan dan memang langsung direkomendasikan menggunakan dekor ini oleh Pak Apih. Dari awal wasapan sampai ketemu dengan marketingnya yang bernama Koh Herman, semua berjalan lancar. Koh Herman sama dengan Pak Apih, mengupayakan apa yang aku mau terwujud. Hihihi secara ekeu bawel banget, yaaa…

Selain itu, Koh Herman juga memberi masukan-masukan yang bagus untuk dekornya, nggak cuma iya-in aja apa yang aku mau. 5 bintang buat X-ti dan Koh Herman. Belum lagi aku minta bonus 2 hand bouquet pun dikasih! Cuma sayangnya, dekor ini minim sekali penggunaan fresh flowers-nya. Padahal aku pengen ruangan jadi harum aroma bunga segar. Hehehe…

4. Documentation: Spotcorner Photography (***)

Bintang 3???

Well, sebenarnya hasil-hasil foto dari spotcorner ini bagus… Bisa dilihat saat foto pre-wedding disini. Cuma yang bikin kecewa, pas hari – H aku merasa fotografer yang on duty kurang sigap, gitu… Firman pun berpikiran sama denganku.

Memang sih, mereka fokus ambil gambar aku dan Firman dari awal sampai akhir, cuma aku jadi kehilangan moment ketika prosesi pengenalan orangtua dan bridesmaids (Apa ya sebutannya? Entrance performance?). Waktu aku konfirmasi, alasannya itu tadi, fokus ke pengantinnya. *Sigh

Dan lagi, marketingnya kayak kurang care gitu saat menjelang hari H dan pas hari H-nya. Memang tanggal 17 itu mereka ada double job, orang yang bertugas dibagi, tapi aku kecewa kenapa yang datang ke aku bukan Mas Apitz (owner Spotcorner) nya langsung? Dan juga, marketingnya nggak dateng ke aku, malah ke nikahan satunya. Jadi, di instagram Spotcorner yang banyak terdokumentasi ya nikahan yang satunya, bukan nikahan aku.

Aku kecewa banget disitu.

Belum lagi, follow up mengenai album. Harus aku yang tanya baru mereka ngabarin. Kan sebel, ya… Udah gitu nggak ada kata-kata thank you atau apa gitu dari mereka. Malah saat aku komplain kayak main lempar-lemparan gitu dari marketingnya ke Apitz. Lalu jawaban Apitz juga menurutku kurang nice. Tapi ya sudahlah, yang penting semuanya sudah berlalu dengan lancar.

5. Wedding Organizer : Everlasting Wedding Planner (****)

Wedding planner ini aku pilih berdasarkan rekomendasi sepupu dan juga sudah kenal orangnya. Kalo udah kenal kan jadi enak yaa nyuruh-nyuruhnya. Hehehe… Apalagi aku kan bawel banget.

Yang in charge sama aku dari awal tuh Teh Eva. Dia sahabatnya sepupuku. Orangnya ramah, baik, dan helpful. Walaupun aku ambil paket yang paling murah, tapi Teh Eva bantuin banget dari sebelum siraman sampai setelah hari H buat bantuin balikin bajunya Tante Yuyun hihihihi…

Tapi kenapa aku cuma ngasih bintang 4, bukannya 5?

Ada beberapa hal yang aku kurang puas, sih… Mungkin akunya aja yang terlalu ribet atau inginnya serba sempurna. Tapi kesempurnaan kan hanya milik Allah, ya… Hehehehe…

1 bintang yang aku nggak kasih itu adalah untuk kurang sigapnya pas hari H. Entah gimana, aku ngerasa banyak message yang aku mau untuk vendor-vendor lain tuh nggak ke deliver dengan baik. Jadi aku harus 2x ngomong, ke WO dan ke vendornya.

5. Music : Cikallia Music (*****)

Thanks to A Rangga dan Teh Cika atas musiknya yang luar biasa!!!

Udah. Itu aja reviewnya. Bintang 5, sih… Everything is perfect. Hehehe

6. MC : Imam Ady (*****)

Baju MC-nya lebih hebring daripada pengantin prianya booookk… Hahahaha… Salah Firman sih yang maunya tampil simple… Huft.

A Ady memandu acara dengan baik dan lancar, walaupun ada keselimpet lidah saat bilang Grand Pasundan Convention Hotel jadi Grand Pasundan Conventional Hotel. Hahahaha

7. Wedding Ring : Suki Gold, Cikini Gold Center (*****)

Proses pembuatan cepat, rapi, dan harga lebih murah dibanding toko lain!

img_3175img_3385

 

Itulah review vendor yang aku gunakan saat pernikahanku dengan Firman!

Alhamdulillah semua telah berjalan lancar meski ada kekurangan-kekurangan. Jika ada vendor yang terlewat, let me know di comment yaaa…

Thank youuuu

My Wedding Day!

It’s such a late to post about this one.

Tapi ndak apa-apa, ya… Barangkali bisa memberi inspirasi bagi yang sedang atau ingin mempersiapkan pernikahan.

Akhirnya setelah kurang lebih delapan bulan persiapan, hari pernikahanku tiba. Tepatnya pada tanggal 17 September 2016. Berlokasi di ballroom Hotel Grand Pasundan Bandung, Alhamdulillah akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi berjalan lancar. Hingga kini aku dan Firman telah resmi menjadi suami dan istri! Ihiy… Nggak takut batal lagi wudhunya kalo nggak sengaja bersentuhan :p

Jadi yah, rencananya aku ingin pernikahanku ini nggak terlalu ribet. Aku dan Firman memutuskan untuk mengambil tema semi-internasional, karena nggak mau kelamaan dan ribet dengan prosesi adat.Walaupun setelah akad ada saweran dan “huap lingkung” atau suap-suapan ayam, tapi itu buat seseruan aja. hihihihi…. Tapi pas prosesi mapagnya, kita pakai ala ala internasionalan dimana pengantin dijemput oleh pemain saxophone dengan diiringi lagu “You Are My Everything”-nya OST Descendants of The Sun. Hahaha Biar berasa aku nikah sama Captain Yoo Si Jin. Oops XD

Beginilah kira-kira pernikahanku :

img_2844

img_3445

img_3556

Itu foto waktu akad. Sementara saat resepsi :

img_3708

Cieeee yang lagi siap-siap di foto ala ala candid :p

img_3757

Saat prosesi mapag diiringi lagu “You Are My Everything”

img_3812

My Bridesmaids

img_3383

Fotobooth

So far aku puas dengan vendor-vendor yang membantu pernikahanku ini, walaupun ada beberapa hal yang aku kurang puas gitu… Nanti review vendornya aku ceritain setelah postingan ini, ya….

xoxoxo

XD

Wedding Checklist #5 : Prewedding Photoshoot

Haaaiiiiiiiiiii~~~~~~ Kali ini aku mau bahas soal Wedding Checklist kelima, yaitu Prewedding Photoshoot!

Memang sih, postingan ini telat banget karena oh karena… Alhamdulillah, pernikahan aku sudah berlangsung pada Sabtu, 17 September 2016 lalu. Tapi nggak apa-apa… Aku mau berbagi sama kalian semua mengenai hal yang penting nggak penting ini.

Iya, memang prewedding photoshoot itu nggak wajib, kok. Apalagi dalam islam, nggak ada yang namanya foto prewedding bersama lelaki yang belum jadi muhrimnya. Tapi selama fotonya nggak bermesraan, sih, menurutku masih nggak apa-apa.

Aku mengambil tema prewedding ini casual – vintage. Lokasi yang diambil pun ada 2, di studio dan di outdoor. Sementara fotografernya aku memang ambil paket dari Spotcorner Photography, prewedding – siraman dan pengajian – akad – resepsi. Asiknya, kalau ambil paket Spotcorner, kita dapat make up gratis untuk preweddingnya! Yeaaayyyy~~~

img_2695

Prewedding Photography, Vintage black & White

Gimana? Gimana? Kece nggak foto prewedku di atas?? Hihihihi… Yang hitam-putih diatas itu foto distudionya Spotcorner. Ambil tema Hitam-Putih biar kerasa vintagenya gituuu~~~

Nah kalau yang ini, yang di outdoornya. Lokasinya di Claudia Venue, di daerah Sersan Bajuri – Bandung.

img_3028

img_3015

img_2797

img_2909

img_2958

img_2987

 

Photo by Spotcorner Photography

Location : Studio Spotcorner and Claudia Venue