My Pregnancy Story

Halo halo…

Sudah lama nggak update blog, tahu-tahu sekarang udah mau nulis tentang kehamilan ajah… Padahal terakhir masih cerita soal review vendor wedding.

And yess… Dari judul di atas bisa ketebak dong, kalo sekarang aku sedang hamil! Alhamdulillah diberi kepercayaan oleh Allah secepat ini.

Kenapa aku bilang cepat, padahal aku menikah sudah sekitar 8 bulan lalu? Karena oh karena, usia kehamilanku ini sudah 7 bulan jalan 8 bulan! Hihihihi… Jadi, setelah kosong selama sebulan, alhamdulillah testpack langsung menunjukkan garis dua!

Sebenarnya bukan karena malas untuk update blog, sih… Aku memang sengaja nggak mau nulis soal kehamilan ini diawal-awal. Soalnya, aku ingin sekalian cerita pengalaman hamil muda, sampai sekarang memasuki trimester akhir dan mempersiapkan kelahiran si kakak utun. So, here’s the story….

Testpack Dua Garis

Ceritanya ini, aku sama Firman memang nggak mau nunda punya anak. Jadi dari awal kami resmi jadi suami-istri, kami langsung berusaha untuk mendapatkan momongan. Aku mulai membaca-baca tentang ‘cara mendapatkan momongan’ dari internet, mulai dari makanan apa yang harus dimakan, vitamin apa yang harus diminum, sampai ‘posisi’ bagaimana yang harus dilakukan. Hihihihi…

Alhamdulillah, selang sebulan pernikahan kami, dimana aku mendapatkan haid sebelum iseng cek testpack untuk entah keberapa kalinya, si testpack menunjukkan dua garis! Langsung dong, saat itu juga aku kabarin Firman yang kebetulan lagi dinas luar kota. Dan jawaban whatsapp-nya biasa aja, tuh. Bikin bete… Sempat mikir apa dia nggak senang, ya, mau punya anak?

Tapi kemudian pas dia pulang, ternyata dia sudah memikirkannya dengan matang untuk masa depan kami berdua. Rumah sakit mana aku kontrol sampai nanti melahirkan, dan budget ini-itu. Alhamdulillah untuk cek kandungan sampai melahirkan di cover sama perusahaan Firman, tapi karena untuk cek kandungan nggak unlimited, jadi kami harus pintar-pintar mengakalinya.

Untuk meyakinkan kalau aku benar hamil dan kehamilanku ini normal, aku dan Firman cek sampai ke-3 RS untuk membandingkan harga, layanan, dan nyari chemistry dengan dokter SPOG-nya. Yang pertama, kami cek sepulang kerja ke RSIA Bunda di Menteng. Itu aku minta buru-buru cek karena ada teman kantor yang bilang kalo kehamilan awal harus cepet-cepet dicek, karena takutnya kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan. Kan serem ya, cyin… Jadi aku mendesak Firman untuk ke RS secepatnya!

Perbandingan Rumah Sakit Ibu dan Anak

RSIA Bunda, Menteng – dr. Caroline Hutomo, SpOG

Tapi alhamdulillah kehamilanku ini berada di dalam kandungan. Dokter mengeceknya melalui USG transvaginal, yang mana rasanya tuh nggak enak banget! Ngilu-ngilu gimanaaa gitu…

Untuk dr Caroline ini termasuk dokter yang talkactive dan orangnya rame. Dia heboh sendiri gitu waktu sambil ngecek, “Waahh… Selamat yaaa, istrinya beneran hamil lho, Pak… Bapak emang tokcer!” Hahaha… Pelayanan RSIA Bunda pun tergolong bagus dengan harga yang lumayan.

Tapi ternyata suami nggak sreg sama rumah sakit ini, jadilah kita nyoba cek di rumah sakit lain.

RS Siloam, Kebon Jeruk – dr, Kathleen Juanita Gunawan S., SpOG

Pas cek di Siloam ini, aku pergi sendiri tanpa Firman karena aku ceknya siang-siang di hari kerja. Aku ijin nggak masuk kerja karena sudah mulai nggak enak badan dan mual-mual. Nah, di Siloam sendiri sebenernya dokter SpOG favoritnya adalah dr Maria Ratna Andijadi, SpOG. Tadinya aku mau booking jadwal sama dr Maria, cuma ya itu antriannya panjang! Berhubung aku males antri, jadilah aku cek ke dr Kathleen. Dr Kathleen ini menurutku lebih pendiam daripada dr Caroline di RSIA Bunda. Dan happy-nya, dr Kathleen ngecek kehamilannya dari USG perut, nggak lewat dalem lagi! Yeay! Dan alhamdulillah hasilnya sama bagusnya dengan waktu cek di RSIA Bunda.

Untuk pelayanan, RS Siloam Kebon Jeruk ini biasa aja, sih. Mungkin karena RS umum, ya… Udah gitu ramenya pake banget! Mungkin karena biaya konsul sampai obatnya disini tergolong murah. Nah kalo disini, aku yang kurang sreg. Padahal tempatnya deket dari rumah.

RSIA Kemang Medical Care, Kemang – dr Dwi Nurriana, SpOG

Nah, terakhir ini Firman yang maunya kesini. Katanya di KMC ini pro-normal, pro-IMD, dan rooming in dengan bayinya saat setelah melahirkan. Ini dia dapet rekomendasi dari temen kantornya yang juga cek dan melahirkan disana. Padahal mah jauh boook dari rumah. Nggak kebayang kalo nanti tiba-tiba kontraksi dan harus melahirkan. Perjalanan jauh, belum macetnya. Tapi yasudahlah dicoba aja dulu kesana.

Ternyata di KMC ini pelayanannya bagus banget! Rumah sakitnya juga homey gitu, nggak kayak Bunda yang menurutku agak ‘dingin’. Dan disini alhamdulillah lebih ke RS muslim gitu, perawatnya banyak yang mengenakan hijab, dokternya juga banyak yang berhijab, dan disediakan tempat shalat yang cukup oke.

Sebelum ke KMC ini, aku udah baca banyak blog yang review RSIA ini dan banyak yang rekomendasiin dr Ridwan, secara dr Ridwan ini dokter favoritnya KMC. Tapi ternyata Firman nggak mau kalo dokternya cowok, dia lebih milih dokter cewek aja. Tapi iya juga sih, kan malu ya kalo ternyata diceknya lewat transvaginal juga. jadilah aku bikin janji dengan dr Dwi, karena yang lumayan kosong di tanggal itu ya dr Dwi ini.

Dr Dwi ini nggak se-talkactive dr Caroline yang udah ngejelasin ini-itu sebelum ditanya. Dr Dwi nunggu kita nanya dulu baru dia jawab. Itu pun menurut aku kurang detail. Aku ngerasa belum dapet chemistry-nya sama dr Dwi ini. Tapi untuk cek bulan-bulan selanjutnya aku masih sama dr Dwi, karena beranggapan chemistry dapat dibentuk dengan seringnya bertemu. Ceila… Tapi ternyata sampai usia kandunga 5 bulanan lebih, aku belum dapet chemistry-nya. Dr Dwi ini juga nggak ingat sama aku sebagai pasiennya, padahal aku udah sering whatsapp-in dia nanya ini-itu soal kehamilan, terutama soal carpal tunnel syndrome yang aku alami dari trimester pertama.

Nah, kebetulan pas mau cek kandungan bulan April lalu dr Dwi-nya nggak praktek, aku sama Firman sepakat nyoba dokter lain dan cowok! Pengen sama dr Ridwan tapi full booked! Padahal aku butuh segera ke dokter untuk minta surat keterangan bahwa kandunganku baik-baik aja, soalnya besoknya aku sama Firman mau babymoon! Hihihihi…

Back to the doctor, dr yang terpilih akhirnya dr Hari P. Rahardjo, SpOG. Dari review ibu-ibu di blog, dr Hari ini orangnya menyenangkan, ramah, udah gitu masih muda dan ganteng. Dan benar saja! Hahaha… Dr Hari ini ngejelasinnya panjang lebar soal kehamilan, mitos-mitos yang beredar di masyarakat, dan bahkan tentang carpal tunnel syndrome yang aku alami. Dan yang paling aku suka adalah, dr Hari ini USG-nya lama! X-D Jadi puas, deh, ngelihatin kakak utun di dalem perut.

Tapi untuk next cek kandungan, berhubung kita mau USG 4D, dan hanya beberapa dokter ajah yang punya fasilitas ini di KMC, jadilah bikin janji sama dr Lilia Mufia, SpOG. Tadinya mau sama dr Ridwan, tapi ya gitu, Firman teteup nggak mau kalo dokternya cowok. Hahahaha…

Soal gender kakak utun, insyallah cowok! Sesuai dengan yang diharapkan Firman dan aku. Semoga menjadi anak yang sholeh ya, kakak utun…

Untuk hasil USG 4D-nya aku akan update di posting-an selanjutnya ya…

Baby Shopping

Berhubung usia kandunganku sudah menginjak 7 bulan, aku dan Firman udah mulai memikirkan perlengkapan untuk kakak utun. Aku nyiapin list kebutuhannya, Firman nyiapin dananya X-D.

Tapi kami belum mulai belanjanya, sih. Aku baru gatel beli beberapa baju dari onlineshop, dan beberapa baju romper lucu GAP waktu diskonan di Grand Indonesia. Hihihihi…

Listnya sendiri aku dapet dari berbagai sumber di internet yang akhirnya aku ketik ulang biar makin lengkap. Nanti aku share ya listnya…

 

Sampai jumpa di posting-an selanjutnya!

Advertisements

Review vendor wedding

As my promise di postingan sebelumnya, aku mau review vendor-vendor yang telah membantu dalam pernikahanku.

Tapi sebelumnya, aku mohon maaf apabila ada vendor yang bintangnya nggak aku kasih rate 5, ya… Mungkin bagi klien lain, vendor ini sangat memuaskan, tapi unfortunately not for me. So, jangan jadikan blog post ini sebagai patokan, ya. Karena ini murni dari pengalamanku.

1. Make up & Attire : Witsa House Wedding (****)

Mulai dari kostum dan make up pengantin sampai orangtua dan keluarga, aku ambil paket di Witsa House Wedding ini. Yang punya namanya Ratna Yuniarti, tapi biasa dipanggil Tante Yuyun. Tante Yuyun ini orangnya cantiiik banget, udah gitu ramah, dan yang pasti ngerti banget baju seperti apa yang aku mau pakai saat pernikahan.

Tante Yuyun ini aku dapat rekomendasi dari kakak sepupuku yang waktu nikah juga ambil paket kostum dan rias pengantin di Witsa. Dan sampai hari H aku sama sekali nggak make up trial, lho… Aku percaya aja sama Tante Yuyun. Dan terbukti waktu siraman dan akad, make up-ku oke banget!

Tapi kenapa aku kasih bintangnya 4, bukannya 5?

Karena… Hiks, make up ku saat resepsi too bold alias menor! Walaupun banyak yang bilang bagus dan cantik (Entah benar, entah basa basi), teman-teman dekatku banyak juga yang nggak suka. T_T

img_3409

Make up for AKAD

Nothing is wrong about make up for akad, right? But… *sigh* Terlalu menor ya ternyata. Jadi saat make up-an itu nggak segini merahnya blush onku, tapi lama kelamaan make upnya pigmented sehingga warnanya keluar lebih menonjol gitu…

img_3763Tapi so far so good, kok. Aku masih kelihatan cantik dan stunning di atas pelaminan dan juga difoto. Thank you Tante Yuyun :*

2. Venue & Catering : Grand Pasundan Convention Hotel (*****)

Bintang 5 untuk hotel ini! Yeaaaayyy!

Dari awal cek-cek lokasi, deal, dan sampai pada hari H dan bahkan setelahnya, hotel ini benar-benar memuaskan.

Sales personnya yang dipanggil Pak Apih, benar-benar komunikatif dan helpful banget. Selalu mengusahakan yang aku mau terwujud. Pak Apih the best! Dan lagi lokasi yang cukup besar dan makanan yang enak benar-benar nggak mengecewakan. Para tamu puas dengan rasa makanannya, itu yang penting, kan? ^^

Dan lagi, saat masuk kamar pengantin, kami dapat compliments mocktail, buah, dan handuk dengan inisial nama kami, R&F. Saat check out keesokan harinya, Grand Pasundan juga memberi oleh-oleh cake yang enak banget! ^^

img_3398

3. Decoration : X-ti Design (*****)

X-ti design ini rekanannya Hotel Grand Pasundan dan memang langsung direkomendasikan menggunakan dekor ini oleh Pak Apih. Dari awal wasapan sampai ketemu dengan marketingnya yang bernama Koh Herman, semua berjalan lancar. Koh Herman sama dengan Pak Apih, mengupayakan apa yang aku mau terwujud. Hihihi secara ekeu bawel banget, yaaa…

Selain itu, Koh Herman juga memberi masukan-masukan yang bagus untuk dekornya, nggak cuma iya-in aja apa yang aku mau. 5 bintang buat X-ti dan Koh Herman. Belum lagi aku minta bonus 2 hand bouquet pun dikasih! Cuma sayangnya, dekor ini minim sekali penggunaan fresh flowers-nya. Padahal aku pengen ruangan jadi harum aroma bunga segar. Hehehe…

4. Documentation: Spotcorner Photography (***)

Bintang 3???

Well, sebenarnya hasil-hasil foto dari spotcorner ini bagus… Bisa dilihat saat foto pre-wedding disini. Cuma yang bikin kecewa, pas hari – H aku merasa fotografer yang on duty kurang sigap, gitu… Firman pun berpikiran sama denganku.

Memang sih, mereka fokus ambil gambar aku dan Firman dari awal sampai akhir, cuma aku jadi kehilangan moment ketika prosesi pengenalan orangtua dan bridesmaids (Apa ya sebutannya? Entrance performance?). Waktu aku konfirmasi, alasannya itu tadi, fokus ke pengantinnya. *Sigh

Dan lagi, marketingnya kayak kurang care gitu saat menjelang hari H dan pas hari H-nya. Memang tanggal 17 itu mereka ada double job, orang yang bertugas dibagi, tapi aku kecewa kenapa yang datang ke aku bukan Mas Apitz (owner Spotcorner) nya langsung? Dan juga, marketingnya nggak dateng ke aku, malah ke nikahan satunya. Jadi, di instagram Spotcorner yang banyak terdokumentasi ya nikahan yang satunya, bukan nikahan aku.

Aku kecewa banget disitu.

Belum lagi, follow up mengenai album. Harus aku yang tanya baru mereka ngabarin. Kan sebel, ya… Udah gitu nggak ada kata-kata thank you atau apa gitu dari mereka. Malah saat aku komplain kayak main lempar-lemparan gitu dari marketingnya ke Apitz. Lalu jawaban Apitz juga menurutku kurang nice. Tapi ya sudahlah, yang penting semuanya sudah berlalu dengan lancar.

5. Wedding Organizer : Everlasting Wedding Planner (****)

Wedding planner ini aku pilih berdasarkan rekomendasi sepupu dan juga sudah kenal orangnya. Kalo udah kenal kan jadi enak yaa nyuruh-nyuruhnya. Hehehe… Apalagi aku kan bawel banget.

Yang in charge sama aku dari awal tuh Teh Eva. Dia sahabatnya sepupuku. Orangnya ramah, baik, dan helpful. Walaupun aku ambil paket yang paling murah, tapi Teh Eva bantuin banget dari sebelum siraman sampai setelah hari H buat bantuin balikin bajunya Tante Yuyun hihihihi…

Tapi kenapa aku cuma ngasih bintang 4, bukannya 5?

Ada beberapa hal yang aku kurang puas, sih… Mungkin akunya aja yang terlalu ribet atau inginnya serba sempurna. Tapi kesempurnaan kan hanya milik Allah, ya… Hehehehe…

1 bintang yang aku nggak kasih itu adalah untuk kurang sigapnya pas hari H. Entah gimana, aku ngerasa banyak message yang aku mau untuk vendor-vendor lain tuh nggak ke deliver dengan baik. Jadi aku harus 2x ngomong, ke WO dan ke vendornya.

5. Music : Cikallia Music (*****)

Thanks to A Rangga dan Teh Cika atas musiknya yang luar biasa!!!

Udah. Itu aja reviewnya. Bintang 5, sih… Everything is perfect. Hehehe

6. MC : Imam Ady (*****)

Baju MC-nya lebih hebring daripada pengantin prianya booookk… Hahahaha… Salah Firman sih yang maunya tampil simple… Huft.

A Ady memandu acara dengan baik dan lancar, walaupun ada keselimpet lidah saat bilang Grand Pasundan Convention Hotel jadi Grand Pasundan Conventional Hotel. Hahahaha

7. Wedding Ring : Suki Gold, Cikini Gold Center (*****)

Proses pembuatan cepat, rapi, dan harga lebih murah dibanding toko lain!

img_3175img_3385

 

Itulah review vendor yang aku gunakan saat pernikahanku dengan Firman!

Alhamdulillah semua telah berjalan lancar meski ada kekurangan-kekurangan. Jika ada vendor yang terlewat, let me know di comment yaaa…

Thank youuuu

My Wedding Day!

It’s such a late to post about this one.

Tapi ndak apa-apa, ya… Barangkali bisa memberi inspirasi bagi yang sedang atau ingin mempersiapkan pernikahan.

Akhirnya setelah kurang lebih delapan bulan persiapan, hari pernikahanku tiba. Tepatnya pada tanggal 17 September 2016. Berlokasi di ballroom Hotel Grand Pasundan Bandung, Alhamdulillah akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi berjalan lancar. Hingga kini aku dan Firman telah resmi menjadi suami dan istri! Ihiy… Nggak takut batal lagi wudhunya kalo nggak sengaja bersentuhan :p

Jadi yah, rencananya aku ingin pernikahanku ini nggak terlalu ribet. Aku dan Firman memutuskan untuk mengambil tema semi-internasional, karena nggak mau kelamaan dan ribet dengan prosesi adat.Walaupun setelah akad ada saweran dan “huap lingkung” atau suap-suapan ayam, tapi itu buat seseruan aja. hihihihi…. Tapi pas prosesi mapagnya, kita pakai ala ala internasionalan dimana pengantin dijemput oleh pemain saxophone dengan diiringi lagu “You Are My Everything”-nya OST Descendants of The Sun. Hahaha Biar berasa aku nikah sama Captain Yoo Si Jin. Oops XD

Beginilah kira-kira pernikahanku :

img_2844

img_3445

img_3556

Itu foto waktu akad. Sementara saat resepsi :

img_3708

Cieeee yang lagi siap-siap di foto ala ala candid :p

img_3757

Saat prosesi mapag diiringi lagu “You Are My Everything”

img_3812

My Bridesmaids

img_3383

Fotobooth

So far aku puas dengan vendor-vendor yang membantu pernikahanku ini, walaupun ada beberapa hal yang aku kurang puas gitu… Nanti review vendornya aku ceritain setelah postingan ini, ya….

xoxoxo

XD

Wedding Checklist #5 : Prewedding Photoshoot

Haaaiiiiiiiiiii~~~~~~ Kali ini aku mau bahas soal Wedding Checklist kelima, yaitu Prewedding Photoshoot!

Memang sih, postingan ini telat banget karena oh karena… Alhamdulillah, pernikahan aku sudah berlangsung pada Sabtu, 17 September 2016 lalu. Tapi nggak apa-apa… Aku mau berbagi sama kalian semua mengenai hal yang penting nggak penting ini.

Iya, memang prewedding photoshoot itu nggak wajib, kok. Apalagi dalam islam, nggak ada yang namanya foto prewedding bersama lelaki yang belum jadi muhrimnya. Tapi selama fotonya nggak bermesraan, sih, menurutku masih nggak apa-apa.

Aku mengambil tema prewedding ini casual – vintage. Lokasi yang diambil pun ada 2, di studio dan di outdoor. Sementara fotografernya aku memang ambil paket dari Spotcorner Photography, prewedding – siraman dan pengajian – akad – resepsi. Asiknya, kalau ambil paket Spotcorner, kita dapat make up gratis untuk preweddingnya! Yeaaayyyy~~~

img_2695

Prewedding Photography, Vintage black & White

Gimana? Gimana? Kece nggak foto prewedku di atas?? Hihihihi… Yang hitam-putih diatas itu foto distudionya Spotcorner. Ambil tema Hitam-Putih biar kerasa vintagenya gituuu~~~

Nah kalau yang ini, yang di outdoornya. Lokasinya di Claudia Venue, di daerah Sersan Bajuri – Bandung.

img_3028

img_3015

img_2797

img_2909

img_2958

img_2987

 

Photo by Spotcorner Photography

Location : Studio Spotcorner and Claudia Venue

Wedding Checklist #4 : Invitation & Souvenir

Hai hai hai~

Akhirnya aku bisa update wedding checklist lagi setelah beberapa waktu ini banyak drama yang terjadi selama persiapan pernikahan aku.

Beneran ya… Mempersiapkan nikahan itu adaaaa aja godaannya. Yang paling terasa itu godaan kesabaran. Adaaa aja yang bikin “ngelus dada” biar lebih sabar dan bisa jaga emosi. Padahal sebelumnya aku kira nggak akan terjadi apapun dan everything will going smooth. But… Yeah… Everything can happens.

Tapi alhamdulillah semua bisa dilewati dengan penuh kesabaran.

Nah, di wedding checklist yang keempat ini, aku mau share soal undangan dan suvenir yang aku pesan untuk nikahan aku.

Tapi berhubung undangannya belum disebar, aku nggak bisa update fotonya sekarang yaa… Hihihihi…

Waktu mempersiapkan undangan juga ada dramanya nih. Susah banget jadi  penengah antara orangtuaku dengan pasanganku. Sebenarnya, untuk model undangan, aku dan Firman udah punya model yang kami setujui. Warnanya navy blue, dengan aksen gold atau silver. Undangannya juga kita maunya simple dan elegan. Nggak mau yang terlalu ramai atau feminim. Because, that’s not our style. Ceilah… Jadi, undangan amanlah ya nggak akan ada masalah.

Tadinya kupikir begitu.

Tapiiii….

Ternyata begitu nyampe ditempat bikin undangannya, tepatnya di toko Omega yang berada di Pasar Tebet, Firman jadi melenceng dari awal persetujuan kami. Dia pengennya undangan yang cuma hardcover selembar dengan bahan daur ulang. Sebenarnya nggak salah sih undangan model gitu. Bagus dan simpel malah. Aku juga suka. Cuma… Mama dan ayahku nggak akan setuju. Secara ya tamu undangan mereka kan kebanyakan orang-orang kantor Ayah, lalu teman-teman gaulnya Mama. So, aku bilang ke Firman, nggak mungkin pilih undangan itu. Firman ya gitu, ngotot kalo undangan gitu ya ga salah. *Keras Kepala Mode: ON.

Kami pun pilih-pilih lagi. Dan alhamdulillah di Omega ada contoh undangan yang kami mau! Model dan warnanya udah pas “kita banget”. Yipiiii… Case closed soal model. Tapi masalah belum selesai sampai situ. Di undangan kan biasanya gelar sekolah ditulis setelah nama calon pengantin, ya… Orangtuaku ngotot agar gelar sekolah kami dicantumkan, tetapi Firman juga ngotot supaya nggak usah dicantumkan. Pusing kan? Kan? Kan? Akhirnya aku berada dipihak Firman. Toh gelar nggak pentinglah… Toh orang juga tahu kalau kami ini sekolah tinggi. Lalu dicetaklah itu undangan.

Tapi pas undangannya jadi, Mama kembali ngomel soal gelar yang nggak dicantumin karena keluarga dari nenekku inginnya begitu. And the bla bla bla… Drama kedua dimulai. Akhirnya, aku cetak undangan lagi 100 pcs dengan kriteria yang dimau mamaku. Case closed.

Dan untuk souvenir… Aku pesan di Sophomore Promosi. Bukan toko yang khusus bikin suvenir pernikahan, sih… Tapi dia bisa bikin juga dan hasilnya oke. Yang punya namanya Dyan Andie. Orangnya selow dan enak diajak diskusi. Untuk suvenir aku pesan notes kecil karena menurut Firman, aku kan suka nulis, jadi kalau undangannya notes ada relevansinya dengan hobi aku itu. Hayaaahhh~~~

Aku pun ukur-ukur dengan penggaris untuk ukuran notesnya. Aku punya bayangan kalau notes suvenir aku harus ring dan tebal. Aku nggak mau tipis kayak pizza tipis seperti yang banyak dipasaran. Akhirnya aku bisa dapetin suvenir yang aku mau, dengan desain yang sesuai aku mau, harganya juga oke.

Nah drama ketiga… Suvenir selesai dibuat dengan cepat. Karena acara nikahanku di Bandung, sementara aku di Jakarta, undangannya dikirim langsung ke rumah Bandung. Tapiiii mamaku protes… Katanya “Kok undangannya kecil banget?”

Huwaaaa aku langsung panik! Secara yaa lagi jadi Bridezilla~

Aku pun ngukur lagi pake penggaris… Hayaaahhh.. 8×8 masa sih kecil banget ya? Tapi iya sih… kok cuma segede post it yang besar yaa… Haduuh harusnya ukuran 10×10 aja… Walaupun cuma beda 2cm tapi ternyata lumahyan bedanya. Hiks… Aku pun ribut dikit sama Mama. Bahas-bahas lagi lah itu undangan yang tanpa gelar sampai ini suvenir. Hiks…

Terus akhirnya weekend selanjutnya aku pulang ke Bandung dan langsung cek suvenirnya. Well~ It’s totally okay! Nggak sekecil yang Mama bilang. Ukurannya pas kok. Tebalnya juga udah sesuai bayanganku, 100 lembar. Aish~ Mama~ Mama~ Bikin panik aja. Ayahku pun bilang ukurannya cukup, kok.

And case closed.

Begitulah drama persiapan pernikahanku dalam episode undangan dan suvenir. Hihihihi…

Share dong, bagaimana dengan persiapan kalian. Apa ada drama juga?

(BTS, foto undangan dan suvenir menyusul, ya… ^,^/)

Ciaaaooo…  See you on next post!

Weekend Getaway : Singapore

Haloooo…

Lama nggak update ini blog… (Lap-lap  debu)

Internet di kantor lagi bapuk banget jadi susah buka wordpress. Udah gitu tiap pulang ke rumah suka nggak bawa laptop karena berat. Hehehe (Excuse aja terus…)

Untuk wedding checklist sebenernya ada yang mau aku update lagi, yaitu tentang undangan dan souvenir. Tapi nanti aja yah… Soalnya undangan belum jadi dan souvenir belum dipesen (OMG… Padahal tinggal 2 bulan lagi!!!) (Bridezilla mode : ON)

*Tarik napas dalam-dalam*

Okeh. Mari menenangkan diri sejenak dengan membahas liburan singkatku kemarin, nggak kemarin banget sih sebenernya… Liburan ini terjadi pada tanggal 27 – 29 Mei 2016.

Jadi ceritanya aku bisa liburan ke Singapura kemarin itu karena bosku di kantor berbaik hati nraktir liburan sebagai ‘reward’ karena udah bantuin organize proyek launching hotel beberapa waktu lalu. Nggak cuma tim yang bantuin yang diajak, beberapa teman diluar party planner yukparty juga diajak. (Bosku murah hati sekaliii~)

Apa itu party planner yukparty? Aku ceritain di postingan yang akan datang, ya…

Intinya, aku ke Singapura itu gratis tis tis tis. Mulai dari tiket pesawat PP, hotel, makan, sampai tiket masuk Universal Studio. Asik, kan? Lumayan rejeki anak solehah.

FullSizeRender

Bergaya dengan koper pinjeman karena koperku udah masuk bagasi :p

Kami di Singapura sebentar kok. Berangkat Jumat pagi, pulang Minggu malam. Kami naik pesawat Tiger Air jam 10-an dan tiba di Changi airport jam 12-an siang waktu setempat. Disana kami dijemput oleh pihak hotel dan diantar langsung ke hotel untuk check in.

image1

I love fly… I love blue sky

Kami menginap di Royal Plaza on Scott Hotel. Hotel bintang 5 yang berada dikawasan Orchard. Hotelnya oke banget sebanding dengan harga per malamnya (yaiyalah secara bintang 5)! Udah gitu mau kemana-mana gampang karena dekat dengan stasiun MRT. Kami kesana tanpa agen travel, so bebas menentukan waktu dan tujuan.

image3

Lobi hotelnya ajah udah kereeen~

Kami bertujuh dibagi menjadi 2 orang perkamar, ada juga yang bertiga. Setelah check in, kami taruh barang dulu di kamar, sholat, lalu jalan untuk makan siang dan jalan-jalan ke Bugis naik MRT. Ini pertama kalinya aku naik MRT di Singapura, biasanya tiap liburan bareng keluarga selalu menggunakan agen travel. Dan menurutku naik MRT itu seru walaupun capek banget. Kakiku sampai sakit dan bengkak karena nggak biasa jalan dan berdiri dalam waktu yang lama (dasar manjaaaahhh!).

Di Bugis, aku cuma ngincer konter make up Korea kayak Etude, Innisfree, The Face Shop, dll. So, uangku memang kebanyakan aku investasikan disana (Hihihihi). Sementara temanku, Mbak Sari, beneran liburan sebagai turis karena belanja oleh-olehnya banyak banget. Mulai dari tas lipat Singapura ala ala Longchamp yang harganya 10 dolar 3, kaos-kaos Singapura yang juga 10 dolar 3, terus tas fashion yang harganya 18 dolar 2. Pokoknya belanjaan dia yang paling  banyak deh! X-D

image2

Kegirangan abis belanja make up

Setelah dari Bugis, kami balik ke hotel untuk istirahat, mandi, sholat, dan siap-siap untuk makan malam di foodcourt-nya Lucky Plaza yang memang nggak terlalu jauh dari hotel. Sebenernya ya, aku sebagai muslim yang berjilbab lebih ngerasa ‘aman’ untuk makan disini daripada di Indonesia sendiri. Disini tuh jelas-jelas yang nyediain menu babi akan memasang tanda “pork” atau yang halal akan memasang tanda “no pork, no lard”. Dan juga, para pelayannya akan memberitahukan bahwa di restoran mereka tidak halal saat melihatku mengenakan jilbab. Alhamdulillah.

image4

This is the team (Abaikan pipi chubbyku) (Kiri depan – kanan depan : Aku, Mbak Lia, Bosku a.k.a sponsor : Bu Gita, Mas Ipam, Mbak Gisca, Mas Jay, Mbak Sari)

Hari kedua, Sabtu, 28 Mei 2016…

FullSizeRender1

Sok-sok-an candid depan hotel. Nungguin yang lain bangun. Padahal janjian di lobi jam 8 dan saat foto ini diambil sudah jam 9 kurang dikit

image1(1)

Depan hotel

Waktunya Universal Studio Singapore!!! Yeaaayyy!!! (Maap norak)

Padahal aku udah beberapa kali ke Singapura, tapi baru kali ini aku ke USS. Aku kepengen banget main ini-itu mulai dari yang serem sampe yang cupu.

Kami ke USS naik MRT lagi. Awalnya Bu Gita ngajak naik taksi aja, tapi Mas Jay ngotot ngajakin naik MRT karena kalau taksi pasti mahal. Dan kesanalah kami naik MRT. Kakiku udah mulai sakit. Hiks.

Tapi karena hari itu weekend dan antriannya sampai 2 jam, akhirnya aku menyerah dan ngikutin rombongan aja. Tapi ini juga karena ketidaksanggupanku antri lama lantaran kaki pegal dan sakit. Entah kenapa aku sekarang selemah ini. Mungkin karena faktor usia. T_T

Tapi di USS tetep aja aku semangat. Mengabaikan sakitnya kaki, wahana yang kami masukin juga antriannya panjang dan lama. Sampe 60 menit-an lebih, lho! Udah mati gaya deh antrinya. Dari berdiri cantik, jongkok-jongkok manjah, foto-foto narsis, diem kecapekan, sampai bengong, masih aja belum sampai ketempat mainnya.

Tapi yah, walaupun USS ini nggak seluas Dufan di Jakarta, tapi wahanan disini keren-keren dan yang bikin niat banget. Kayak wahana Transformer ataupun Mummy, selama antri kita tuh kayak masuk ke dunianya gitu. Kalo pas Transformer, kesannya kita lagi masuk markasnya Autobots (namanya Nest) untuk diselamatkan dari serangan Decepticons. Udah gitu, pas naik wahananya… Keren banget!!!

image5

image6

Wahana lainnya yang menurutku keren itu adalah Mummy. Sumpah, waktu kami masuk untuk antri, kami nggak nyangka kalau wahana ini serem banget! Kami kira wahana ini semacam Transformers, tapi ternyataaaa… Rollercoaster dikegelapan!!! Ditempat terang aja jantung udah mau copot… Ini ditempat gelap… Dengan pengaman yang menurutku nggak aman banget, jalan dikecepatan tinggi 90 derajat, udah gitu jalannya mundur… Alamaakk… Aku langsung nyesel udah naik hahahaha… Tapi seru, sih…

Kalo kesana lagi juga mau naik lagi.

Lalu wahana lain yang kita masukin adalah wahana film. Disitu kami dipertontonkan cara membuat film yang sumpah, keren banget!

Setelah itu kami istirahat sebentar dan aku berpisah dengan rombongan lain yang kepengen istirahat lama bersama Mbak Sari. Aku dan Mbak Sari lanjut masuk ke wahana yang nggak mengerikan kayak Mummy. Tapi tetep keren juga, sih…

Aku udah kepengen nangis sih waktu mau balik ke hotel. Bukan nangis karena masih kepengen main, tapi kakiku udah sakit banget dan ngebayangin harus antri LRT ke stasiun MRT dan jalan lagi bikin nelangsa. Tapi alhamdulillah akhirnya kami pulang naik taksi!

And you know what, ternyata naik taksi nggak semahal yang dikira. Dan disitulah Mas Jay merasa menyesal. Tapi makasih lho Mas, udah ngasih pengalaman naik MRT dan LRT menuju Santosa Island~

image3(1)

Sampe harus jinjit biar agak sepantaran T0T

image4(1)

image9

Gaya udah oke, tapi lupa itu ada botol minum nongol dari tas -_-

image11

 

image8
image22

Ah iya… Waktu turun dari wahana Jurassic Park, pas banget parade USS lewat!

image7

Aaakk siang-siang gini disuguhin roti sobeeekk XD

Hari ketiga, waktunya free time.

Aku dan Mbak Sari bangun pagi-pagi lalu pergi ke Mustafa Shopping Center. Disana (lagi-lagi) Mbak Sari beli cokelat banyak banget buat oleh-oleh. Sementara aku, cuma beli tas fashion titipan Mama. Setelah itu, karena masih pagi, kami berdua memutuskan ke Merlion Park. Kami naik MRT lagi. Kami sedikit nyasar karena salah turun stasiun, padahal kakiku udah sakit banget. Tapi akhirnya kami sampai juga di Merlion Park. Kami jajan es krim khas Singapura lalu duduk-duduk disekitaran patung Merlion.

IMG_0495

Cuaca cukup panas saat kami disana. Kami pun nggak nongkrong lama karena perut mulai lapar. Sambil berpikir mau makan apa, kami pun jalan ke MRT, kembali ke Orchard, dan berujung dengan membeli makanan cepat saji untuk makan siang.

Setelah makan siang di kamar Bu Gita (koperku udah di kamar Bu Gita dari pagi karena takutnya kami belum sampai hotel saat waktu check out), kami pun bersiap untuk kembali ke bandara.

Dan… Berakhirlah sudah liburan singkat kami.

Terima kasih pada sponsor kami, Ibu Gita, yang sudah membuat kami senang. Hihihihi…

IMG_0488

Bye Singapore

Wedding Checklist #3 : Entertainment & Photographer

Aaahh… Setelah beberapa bulan ini nggak update checklist, akhirnya ada lagi yang aku persiapkan. Alhamdulillah Udah nemu fotografer dan entertainment-nya.

Untuk fotografer aku pakai Spotcorner Photography. Spotcorner ini Firman yang nemu di instagram dan ngasih lihat ke aku. Pas aku lihat, ternyata hasilnya bagus-bagus, jernih, natural, dan nggak banyak editan (aku nggak terlalu suka hasil foto yang terlalu banyak di edit warnanya). Setelah minta price list dan membandingkan dengan Polar Photography, akhirnya pilihanku jatuh ke Spotcorner. Butuh waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya ketemuan dengan Mas Bashoo, marketingnya.

Waktu ketemuan, ternyata orangnya ramah banget dan helpfull. Terus pas kemarin ketemu harganya juga lagi promo… Kan lumayan 😀 Aku minta juga didiskon untuk photobooth, tapi harga yang dikasih belum sesuai sama budget Firman, padahal udah miring banget kalo menurutku. Tapi ya sudahlah ya… Photobooth kan additional, nanti bisa cari-cari lagi yang lebih murah tapi teteup kualitasnya mantap.

Setelah ketemuan sama Spotcorner, aku juga janjian sama Cikallia music. Band yang nantinya mau aku pakai. Cikallia ini juga aku nemunya dari instagram. Harganya oke dan yang pasti penampilannya kece.

Nah pas ketemu, yang datang langsung itu yang punyanya, Mas Rangga dan Mbak Cika. Sekalianlah tuh nego lagi hihihihi… Akhirnya aku ambil paket Simply C yang dapat 2 penyanyi, saxophone, bass, dan keyboard. Plus udah dapat bonus mapag modern dan diskon untuk sound systemnya.

Segitu dulu cerita tentang checklist ketiga ini.

Untuk review band dan photographernya nanti aku update lagi ya setelah hari H. ^^